Anak Jadi Tulang Punggung Setelah Ayahnya Tiada


gambar sebagai ilustrasa


Kurang lebih pada 10 tahun lalu, ada sebuah keluarga yang sederhan dengan angota keluarga 4 orang, suami istri dan kedua anaknya, anak pertama usia sekitar 15 tahun yang mulai mau lulus sekolah, anak yang kedua usianya masih balita dibawah 5 tahun,

Pada suatu hari sang ayah pergi bekerja seperti biasanya ia melakukan kewajibanya sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab menafkahi keluarganya, Ia bekerja di industri bangunan, membangun perumahan danlain sebagainya, dan ia pun tidak lupa akan kewajibanya kepada tuhanya sebagai umat uslim, ia rajin sholat begitupula anak dan istrinya pun rajin shoat.

Pada saat sang ayah sedang bekerja kegiatan dirumah aktivitasnya seperti biasa, Istri melakukan pekerjaanya sebagai ibu rumah tangga, memasak , memcuci baju, beres-beres rumah dan lain-lain.
begitu pula anaknya yang pertama ia berangkat sekolah. Malangnya hari itu dikagetkan dengan kabar yang tidak diinginkan, keluarga ini harus kehilangan Ayah tercintanya, karena kecelakaan saat bekerja, duka cita merundungi, sedih yang pilu saat itu. 
:norose: 

Waktu berjalan berlalu tanpa kompromi, Ibu dan anaknya lah yang mencari nafkah untuk kebutuhan rumah, ibunya yang hanya mengandalkan jualan gorengan, anak pertama yang soleh ia mulai lulus sekolah, ia mencari kerja dan tak lama kemudian ia mendapatkanya.

Ibu dari kedua anak ini setelah ditinggal suaminya dan tidak mendapatkan pengganti ayah untuk kedua anaknya. mungkin belum ada pengganti atau memang dari ia sengaja tak mau cari pengganti.
Semenjak itulah ia anak pertama yang mestinya melanjutkan sekolah ke SMA, bahkan Kuliah , tapi terhenti demi memberi nafkah kepada ibu dan adiknya, Ialah yang melanjutkan perjuangan ayahnya, Ia pun yang bercucuran keringan, kelelahan, letih dan cape, tak ada rasa iri kepada teman-temannya waktu mudanya banyak habisa untuk bekerja, aku salaut padamu Saudaraku, Ia mengorbankan masa mudanya untuk menafkahi keluarganya ...

Seorang ibu meneteskan air mata ketika saat teringat Suaminya yang telah tiada dan perjuangannya dilanjutkan oleh anaknya, haru terasa melihat kegigihan anaknya yang tak pernah mengeluh dengan keadaan ini, air mata menggambarkan kasih sayang dan bangga melihat anaknya yang luar biasa, masih muda namun hebatnya sama seperti ayahnya. Air mata yang menjadikan do'a kepada anaknya agar selalu di berkahi oleh Alloh. 
:rose: 

Aku menyadari sodaraku sudah sekian lama kau melanjutkan perjuangan ayah mu, dan sampai saat ini, seperti seorang ayah ia melakukan perjuangan ayahnya, dan ia sudah berhasil menyekolahkan adiknya hingga sekarang duduk di bangku SMP. 

Rumah yang dulu biasa . sekarang sudah berkecukupan, merenovasi rumah, mempunyai kendaraan, membayar tagihan listrik,menyekolahkan adik, membiayai kebutuhan rumah, Semua itu dari perjuangannya.tanggung jawabmu besar, Sungguh hebat kau saudaraku bisa melakukan yang terbaik untuk keluargamu, aku banyak belajar darimu sodaraku...

Cerita ini Penulis ambil dari kisah nyata hidup saudaranya sendiri, dan banyak belajar dari nya.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini.



About the Author

Emmethe Rhamadhan

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

9 komentar:

  1. ak juga tkt kehilangan ayah ,semakin tambah tahun ketakutan itu makin terasa.tp semua itu akan terjadi entah kapan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehm, iya juga ya gan. tapi kita juga harus bertawakal, karena ga ada yang abadi di dunia ini

      Delete
  2. semoga itu menjadi contoh untuk kita, anak sekecil itupun mampu.. terima kasih sudah berbagi...

    ReplyDelete
  3. ehm. ini yang harus jadi contoh, jadi kita tidak mudah mengeluh dan bermanja manja ria, kita masih di beri hidup yang lebih enak.

    ReplyDelete
  4. sungguh seorang yang tabah dan mempunyai jiwa yang besar... salut dan sungguh sangat salut..

    ReplyDelete
  5. subhanallah..sungguh sikap yang mulia dari seorang anak, semoga saudara-saudaranya kelak tidak melupakan akan jasanya..dan semoga ALLAH melapangkan segala rejeki baginya, dan menerima semua amalannya :)

    ReplyDelete
  6. semoga bisa menjadi anutan buat kita semua mas ya :)

    ReplyDelete
  7. Oh Masya Allah keren sekali anak itu ^^

    ReplyDelete

 
Emmethe Share © 2015 - Blogger Templates Designed by Templateism.com